Universitas Gadjah Mada Bidang Kajian Microeconomics Dashboard
Fakultas Ekonomika dan BIsnis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Publikasi
Arsip:

Publikasi

Kajian Vol.13: Health Economics: Mengapa Gangguan Tidur Menjadi Masalah Baru dalam Ekonomi? Sleep Deficiency and Its Economic Burden

Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanEkonomika PendidikanKajianPublikasi Senin, 29 Desember 2025

Penulis:

Rani Destia Wahyuningsih, Ahmad Zufar Robbani, Qisha Quarina

Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025

Ringkasan Eksekutif

  • Defisiensi tidur (sleep deficiency) merupakan kondisi ketika individu tidak memperoleh durasi dan/atau kualitas tidur yang memadai, termasuk tidur yang tidak selaras dengan ritme biologis, kualitas tidur yang buruk, serta adanya gangguan tidur.
  • Meskipun sering tidak disadari dan jarang dilaporkan, sleep deficiency telah berkembang menjadi isu kesehatan global dengan implikasi ekonomi yang luas, terutama melalui penurunan produktivitas tenaga kerja dan hilangnya jam kerja.
  • Faktor individu, termasuk rendahnya aktivitas fisik, status gizi overweight atau obesitas, serta kebiasaan merokok, bersama dengan kondisi kesehatan mental, merupakan determinan penting dalam terjadinya sleep deficiency. Selain itu, faktor struktural seperti durasi perjalanan kerja (commuting time) yang panjang turut berkontribusi terhadap berkurangnya waktu tidur.
  • Prevalensi sleep deficiency secara global menunjukkan adanya pola ketimpangan sosial-ekonomi. Kelompok dengan tingkat pendidikan lebih rendah dan individu yang berstatus menganggur cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih buruk dibandingkan kelompok lainnya.
  • Secara lintas negara, hanya sekitar separuh orang dewasa dunia yang melaporkan memperoleh tidur yang cukup, dengan Jepang dan Korea Selatan menempati posisi terbawah dalam persentase penduduk yang mendapatkan tidur cukup.
  • Di Indonesia, sleep deficiency menunjukkan bahwa meskipun mayoritas masyarakat menilai kualitas tidurnya berada pada kategori “cukup”. Lebih dari 25 persen individu mengalami kesulitan tidur lebih dari tiga kali dalam seminggu, mengindikasikan adanya masalah tidur yang bersifat berulang.
  • Pengukuran economic costs di negara maju oleh Hafner et al. (2017) melalui pendekatan mikro menilai kerugian produktivitas akibat absenteeism dan presenteeism, dan menemukan adanya hubungan berbentuk U-shaped relationship antara durasi tidur dan produktivitas kerja.
  • Hafner et al. (2017) melalui pendekatan makro menggunakan model keseimbangan umum dinamis berbasis Overlapping Generations (OLG) menemukan bahwa setiap skenario perbaikan durasi tidur secara konsisten meningkatkan produk domestik bruto (PDB).
  • read more

    Kajian Vol.12: Labour Economics: Indonesia’s Young Labour Force: Trends and Challenges in Youth Unemployment

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanKajianPublikasi Sabtu, 27 Desember 2025

    Authors:

    Nadya Zahra Prasetio, Nawfal Aulia, Qisha Quarina, Ahmad Zufar Robbani

    Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025

    Executive Summary

  • In Indonesia, unemployment in recent years has been the highest within youths against other working age groups, recorded persistently between 23% – 16% within the last decade.
  • Amongst the unemployed youth, male have been persistently recording the highest unemployment rate, despite traditional viewpoints on being the breadwinner of the family.
  • In recent years, senior high school and vocational school graduates continue to dominate amongst the unemployed youth, showing how despite relatively high levels of education, they still remain unable to be absorbed in the market
  • The consistent unemployment rate may also be due to the lack of training and working experiences of the young workers, which acts as a barrier to them. 
  • Therefore, this study will identify the reasons behind the persistence of youth unemployment in the Indonesian labour market.
  • read more

    Edisi Khusus Policy Paper Kelas Ekonomika Pembangunan 1 Program Sarjana Population Economics: Analisis Efektivitas Kebijakan Insentif Kelahiran di Tengah Krisis Populasi Korea Selatan

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanEkonomika PendidikanEkonomika PernikahanPublikasi Senin, 15 Desember 2025

    Penulis: Aisha Sadrina R (1)
    Reviewer: Jamilatuzzahro, Qisha Quarina (2), Nawfal Aulia L

    (1) Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada;
    (2) Bidang Kajian Microeconomics Dashboard, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada

    Desember 2025

    Highlights:

  • Korea Selatan menghadapi salah satu proses penuaan penduduk tercepat di dunia, ditandai dengan melonjaknya rasio ketergantungan lansia dari 6 persen pada 1975 menjadi 25 persen pada 2023.
  • Fenomena ini terjadi seiring penurunan drastis angka fertilitas, yang pada 2022 mencapai 0,78, terendah di dunia dan jauh di bawah tingkat penggantian populasi. Penuaan populasi membawa konsekuensi luas: menurunnya kapasitas tenaga kerja produktif, meningkatnya risiko kemiskinan lansia, melonjaknya kebutuhan layanan kesehatan, serta beban fiskal yang semakin berat bagi negara.
  • Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah Korea Selatan menerapkan kebijakan pro-natalis sejak 2006, dengan paket dukungan finansial, perluasan layanan penitipan anak, cuti orang tua, fleksibilitas kerja, serta subsidi pendidikan dan perumahan.
  • Meski demikian, kebijakan ini hanya memberi dampak sementara terhadap peningkatan angka kelahiran, karena faktor struktural seperti tingginya biaya pengasuhan, ketidakpastian pekerjaan, ketimpangan gender, serta persaingan pendidikan dan pasar kerja tetap menjadi hambatan utama.
  • Berbeda dengan Korea Selatan, Indonesia masih berada pada tahap awal penuaan populasi dengan tingkat fertilitas yang lebih tinggi, meskipun menunjukkan tren penurunan. Tantangan utama Indonesia saat ini bukanlah krisis kelahiran, melainkan bagaimana mengelola bonus demografi, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks ini, kebijakan insentif kelahiran seperti di Korea Selatan belum menjadi kebutuhan mendesak, sementara prioritas kebijakan lebih relevan diarahkan pada pembangunan manusia dan penguatan kesejahteraan sosial.
  • read more

    Kajian Vol.11: Sports Economics: Exploring the Football Player Market in Indonesia’s Super League

    Ekonomi PublikEkonomika KeolahragaanEkonomika KetenagakerjaanKajianPublikasi Jumat, 5 Desember 2025

    Authors:

    Jeremy Nathanael Zefanya, Ahmad Zufar Robbani, Qisha Quarina

    Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025

    Executive Summary

  • Indonesia’s Super League has experienced growth, marked by rising fan engagement, increasing club valuations, and expanding recruitment of foreign players. The league operates within a hierarchical football structure that mirrors global labour market patterns, where economic inequality, segmented mobility, and regulatory constraints shape player careers and club strategies.
  • This study aims to analyze the economic dynamics of the Indonesian Super League by examining league hierarchy status, regulatory frameworks, and the determinants of  market value. It also seeks to contextualize Indonesia’s football labour market within global patterns of player migration and performance-based valuation.
  • The analysis reveals a clear financial hierarchy between Super League and Liga 2, with Liga 1 clubs holding significantly larger valuations and stronger institutional capacity. Short-term PKWT contracts expose players to wage risks, making legal protections under Indonesia’s Manpower Law and National Sports System Law crucial for safeguarding workers’ rights. 
  • Player market value is primarily influenced by performance metrics such as goals and assists, as well as human capital factors including age and position. Younger players and high-performing foreign players, command higher valuations, while age and disciplinary records reduce market value
  • Indonesia’s Super League presents a high-opportunity for economic analysis, shaped by financial disparities, uneven contract enforcement, and structural segmentation that influence player valuation and mobility. These conditions highlight the need for further research on wage determination, institutional quality, and how governance and investment patterns shape the broader football labour market
  • read more

    EVENT RECAP MICDASH – Februari – Juni 2025

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanKajianMicro-Economica TalksMonthly IssuePublikasiSharing SessionsWorkshop Series Kamis, 26 Juni 2025

    Microeconomics Dashboard terus berupaya menghadirkan program-program yang mendukung penguatan riset ekonomi terapan, diseminasi pengetahuan berbasis data, dan keterlibatan aktif dalam isu-isu pembangunan yang relevan.

    Rangkuman kegiatan sepanjang Februari hingga Juni 2025 dapat dilihat pada slide-slide berikut sebagai dokumentasi atas berbagai inisiatif yang telah dijalankan.

    Jangan lupa ikuti terus informasi terbaru mengenai kegiatan, publikasi, dan agenda kolaboratif kami lainnya melalui akun Instagram @microdashboard. read more

    EVENT RECAP – Participation Of The Microeconomics Dashboard Team

    PublikasiUncategorized Sabtu, 21 Juni 2025

    On May 7th, 2025, the Microeconomics Dashboard Team of FEB UGM participated in the 1st National Tripartite Consultation held in South Jakarta. This high-level policy forum brought together government institutions, employers, workers, academics, and international organizations to address the urgent need for a more comprehensive and inclusive social protection system in Indonesia.

    The consultation was structured into four sessions that discussed: the current state and future plans for Indonesia’s pension schemes, regional experiences from Thailand, Malaysia, and the Philippines, government strategies to protect elderly and vulnerable populations, expert perspectives from academia, workers, employers, and disability advocates read more

    Rilis Booklet BISSA

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanPublikasi Rabu, 30 April 2025

    As a result of collaboration between Microeconomics Dashboard and Spatial Research in Regional & Sustainable Economics (Sparse) Working Group under the Faculty of Economics and Business UGM, BISSA! published a booklet entitled “Mengelola Sampah dengan Baik untuk Menciptakan Lingkungan yang Berkelanjutan”.

    Our booklet is now officially copyrighted and available for access on the Microeconomics Dashboard website!

    This booklet was proudly created by the Community Service Team BISSA!, focusing on sustainable waste management practices in general. Through this initiative, we aim to raise awareness and encourage better waste practices that benefit both the community and the environment. read more

    Monthly Issue Vol.1: The Implementation of 8 Quick Win Programs

    Ekonomi PublikEkonomika AgrikulturEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanEkonomika PendidikanEkonomika TeknologiMonthly IssuePublikasi Jumat, 7 Maret 2025

    Author: Raniah Salsabila, Fitra Anas, Qisha Quarina

    Maret 2025

    Indonesia is pushing forward with its bold 8 Quick Win Programs, aimed at transforming public welfare through critical initiatives like Free Nutritious Meals (MBG), Free Health Check-ups, and Agricultural Land Productivity Enhancement. These programs target malnutrition, healthcare accessibility, and food security, focusing on empowering vulnerable communities across the nation.

    How can these initiatives reshape Indonesia’s future by tackling poverty, stunting, and inequality? Dive into the full report to understand how strategic investments in health, education, and agriculture are driving a more resilient and sustainable Indonesia. read more

    Berita Terakhir

    • Kajian Vol.14: Agricultural Economics: The Moderation of Indonesia’s Agricultural Sector: Why Productivity and Growth Are Slowing Down?
    • Kajian Vol.13: Health Economics: Mengapa Gangguan Tidur Menjadi Masalah Baru dalam Ekonomi? Sleep Deficiency and Its Economic Burden
    • Kajian Vol.12: Labour Economics: Indonesia’s Young Labour Force: Trends and Challenges in Youth Unemployment
    • Edisi Khusus Policy Paper Kelas Ekonomika Pembangunan 1 Program Sarjana Population Economics: Analisis Efektivitas Kebijakan Insentif Kelahiran di Tengah Krisis Populasi Korea Selatan
    • Kajian Vol.11: Sports Economics: Exploring the Football Player Market in Indonesia’s Super League
    Universitas Gadjah Mada

    Bidang Kajian Microeconomics Dashboard
    Fakultas Ekonomika dan Bisnis
    Universitas Gadjah Mada
    Jln. Sosio Humaniora No.1, Bulaksumur, Yogyakarta, Indonesia 55281
    Phone: 081227556133 – Vika
    Email: microeconomics.feb@ugm.ac.id

    © Bidang Kajian Microeconomics Dashboard

    KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY