Universitas Gadjah Mada Bidang Kajian Microeconomics Dashboard
Fakultas Ekonomika dan BIsnis
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Ekonomika Kependudukan
Arsip:

Ekonomika Kependudukan

Kajian Vol.14: Agricultural Economics: The Moderation of Indonesia’s Agricultural Sector: Why Productivity and Growth Are Slowing Down?

Ekonomi PublikEkonomika AgrikulturEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanEkonomika TeknologiKajian Jumat, 2 Januari 2026

Authors:

Nawfal  Aulia Luthfurrahman, Ahmad Zufar Robbani, Qisha Quarina

Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025

Executive Summary

  • The agricultural sector in Indonesia remains a vital source of employment and food security but is growing to be typified by stagnation in productivity. Despite the improvement in agricultural value added per worker over time, the growth has been low and has been persistently lower than industry and services.
  • One major factor behind this stagnation is the aging structure of the agricultural workforce. A growing share of agricultural workers is above prime working age, while younger generations are steadily leaving the sector. This demographic shift limits labor productivity and slows the adoption of modern technologies and practices.
  • Land fragmentation and insecure tenure represent another critical bottleneck. Most agricultural holdings operate on small and fragmented plots, often without formal land ownership. These conditions increase production costs, reduce scale efficiency, restrict access to credit, and discourage long-term investment in productivity-enhancing inputs.
  • There is still a significant share of agricultural holdings who are still in subsistence and semi-subsistence farming where farmers produce goods that are mostly consumed in the family or they are not sold in the market. The low productivity and land underutilization is reinforced by this type of production, which restricts income production, capital accumulation, and reinvestment.
  • Despite policy efforts to expand access to fertilizers, irrigation, and digital technologies, technology adoption remains uneven. The small area of irrigation covered, the lack of uniformity in the use of inputs, and partial diffusion of modern tools are the reasons why the overall agricultural sector of Indonesia is not changing and slow down the process of agricultural transformation.
  • read more

    Kajian Vol.13: Health Economics: Mengapa Gangguan Tidur Menjadi Masalah Baru dalam Ekonomi? Sleep Deficiency and Its Economic Burden

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanEkonomika PendidikanKajianPublikasi Senin, 29 Desember 2025

    Penulis:

    Rani Destia Wahyuningsih, Ahmad Zufar Robbani, Qisha Quarina

    Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025

    Ringkasan Eksekutif

  • Defisiensi tidur (sleep deficiency) merupakan kondisi ketika individu tidak memperoleh durasi dan/atau kualitas tidur yang memadai, termasuk tidur yang tidak selaras dengan ritme biologis, kualitas tidur yang buruk, serta adanya gangguan tidur.
  • Meskipun sering tidak disadari dan jarang dilaporkan, sleep deficiency telah berkembang menjadi isu kesehatan global dengan implikasi ekonomi yang luas, terutama melalui penurunan produktivitas tenaga kerja dan hilangnya jam kerja.
  • Faktor individu, termasuk rendahnya aktivitas fisik, status gizi overweight atau obesitas, serta kebiasaan merokok, bersama dengan kondisi kesehatan mental, merupakan determinan penting dalam terjadinya sleep deficiency. Selain itu, faktor struktural seperti durasi perjalanan kerja (commuting time) yang panjang turut berkontribusi terhadap berkurangnya waktu tidur.
  • Prevalensi sleep deficiency secara global menunjukkan adanya pola ketimpangan sosial-ekonomi. Kelompok dengan tingkat pendidikan lebih rendah dan individu yang berstatus menganggur cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih buruk dibandingkan kelompok lainnya.
  • Secara lintas negara, hanya sekitar separuh orang dewasa dunia yang melaporkan memperoleh tidur yang cukup, dengan Jepang dan Korea Selatan menempati posisi terbawah dalam persentase penduduk yang mendapatkan tidur cukup.
  • Di Indonesia, sleep deficiency menunjukkan bahwa meskipun mayoritas masyarakat menilai kualitas tidurnya berada pada kategori “cukup”. Lebih dari 25 persen individu mengalami kesulitan tidur lebih dari tiga kali dalam seminggu, mengindikasikan adanya masalah tidur yang bersifat berulang.
  • Pengukuran economic costs di negara maju oleh Hafner et al. (2017) melalui pendekatan mikro menilai kerugian produktivitas akibat absenteeism dan presenteeism, dan menemukan adanya hubungan berbentuk U-shaped relationship antara durasi tidur dan produktivitas kerja.
  • Hafner et al. (2017) melalui pendekatan makro menggunakan model keseimbangan umum dinamis berbasis Overlapping Generations (OLG) menemukan bahwa setiap skenario perbaikan durasi tidur secara konsisten meningkatkan produk domestik bruto (PDB).
  • read more

    Kajian Vol.12: Labour Economics: Indonesia’s Young Labour Force: Trends and Challenges in Youth Unemployment

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanKajianPublikasi Sabtu, 27 Desember 2025

    Authors:

    Nadya Zahra Prasetio, Nawfal Aulia, Qisha Quarina, Ahmad Zufar Robbani

    Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025

    Executive Summary

  • In Indonesia, unemployment in recent years has been the highest within youths against other working age groups, recorded persistently between 23% – 16% within the last decade.
  • Amongst the unemployed youth, male have been persistently recording the highest unemployment rate, despite traditional viewpoints on being the breadwinner of the family.
  • In recent years, senior high school and vocational school graduates continue to dominate amongst the unemployed youth, showing how despite relatively high levels of education, they still remain unable to be absorbed in the market
  • The consistent unemployment rate may also be due to the lack of training and working experiences of the young workers, which acts as a barrier to them. 
  • Therefore, this study will identify the reasons behind the persistence of youth unemployment in the Indonesian labour market.
  • read more

    Edisi Khusus Policy Paper Kelas Ekonomika Pembangunan 1 Program Sarjana Population Economics: Analisis Efektivitas Kebijakan Insentif Kelahiran di Tengah Krisis Populasi Korea Selatan

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanEkonomika PendidikanEkonomika PernikahanPublikasi Senin, 15 Desember 2025

    Penulis: Aisha Sadrina R (1)
    Reviewer: Jamilatuzzahro, Qisha Quarina (2), Nawfal Aulia L

    (1) Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada;
    (2) Bidang Kajian Microeconomics Dashboard, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada

    Desember 2025

    Highlights:

  • Korea Selatan menghadapi salah satu proses penuaan penduduk tercepat di dunia, ditandai dengan melonjaknya rasio ketergantungan lansia dari 6 persen pada 1975 menjadi 25 persen pada 2023.
  • Fenomena ini terjadi seiring penurunan drastis angka fertilitas, yang pada 2022 mencapai 0,78, terendah di dunia dan jauh di bawah tingkat penggantian populasi. Penuaan populasi membawa konsekuensi luas: menurunnya kapasitas tenaga kerja produktif, meningkatnya risiko kemiskinan lansia, melonjaknya kebutuhan layanan kesehatan, serta beban fiskal yang semakin berat bagi negara.
  • Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah Korea Selatan menerapkan kebijakan pro-natalis sejak 2006, dengan paket dukungan finansial, perluasan layanan penitipan anak, cuti orang tua, fleksibilitas kerja, serta subsidi pendidikan dan perumahan.
  • Meski demikian, kebijakan ini hanya memberi dampak sementara terhadap peningkatan angka kelahiran, karena faktor struktural seperti tingginya biaya pengasuhan, ketidakpastian pekerjaan, ketimpangan gender, serta persaingan pendidikan dan pasar kerja tetap menjadi hambatan utama.
  • Berbeda dengan Korea Selatan, Indonesia masih berada pada tahap awal penuaan populasi dengan tingkat fertilitas yang lebih tinggi, meskipun menunjukkan tren penurunan. Tantangan utama Indonesia saat ini bukanlah krisis kelahiran, melainkan bagaimana mengelola bonus demografi, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks ini, kebijakan insentif kelahiran seperti di Korea Selatan belum menjadi kebutuhan mendesak, sementara prioritas kebijakan lebih relevan diarahkan pada pembangunan manusia dan penguatan kesejahteraan sosial.
  • read more

    Monthly Issue: Elderly Trends & Challenges in Yogyakarta, the Most Ageing Region in Indonesia

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanMonthly Issue Kamis, 30 Oktober 2025

    Authors: Nawfal Aulia Luthfurrahman, Nadya Zahra Prasetio, Rani Destia Wahyuningsih, Qisha Quarina

    October 2025

    Yogyakarta stands at the forefront of Indonesia’s ageing era where over 16% of its population is now aged 60 and above.
    Behind this demographic milestone lies a complex picture: many elderly live in poverty, face health vulnerabilities, and lack adequate social protection.

    This issue explores how Yogyakarta’s ageing population challenges economic resilience, public health systems, and social safety nets offering crucial insights into what Indonesia’s future might look like as the nation grows older. read more

    Monthly Issue: Health Economics: Mentally Drop Economically Challenged: Unfolding the Economic Costs of Mental Healthr

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanMonthly Issue Senin, 27 Oktober 2025

    Authors: Rani Destia Wahyuningsih, Qisha Quarina

    October 2025

    Mental health issues do not only affect individuals but also generate major economic consequences. Recent data shows that people from the lowest economic group experience the highest prevalence of mental health disorders, with nearly half of the total societal costs driven by productivity loss.

    How significant is the economic and social burden of mental health today, both globally and in Indonesia?
    Explore the key insights in this month’s infographic. read more

    Kajian Vol.10: Labour Economics – The Vulnerability of Fixed-Term Contract Workers in Indonesia

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanKajianPenelitian Senin, 27 Oktober 2025

    Authors:

    Raniah Salsabila, Owen Alberto Liem, Nadya Zahra Prasetio, Nawfal Aulia, Qisha Quarina

    Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025


    Executive Summary

  • In Indonesia, work agreements are divided into 2 (two), i.e. fixed-term contract (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/PKWT) and indefinite-term contract (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu/PKWTT).
  • The implementing regulations for work agreements are contained in the Law No. 13/2003 on Employment, which was later amended through Law No. 11/2020 on Job Creation or the Omnibus Law, and Government Regulation No. 35/2021.
  • There are differences between the two work agreements, i.e. the length of service, nature of work, employment rights, and employment protection for workers.
  • Despite being eligible to the same social protection programs, fixed-term contract workers are prone to risks due to the limited nature of the work agreement, lack of labour regulations, restricted social program coverage, and susceptibility to income exploitation.
  • Specifically, only a small portion of PKWT workers are covered by employment insurance programs despite being eligible for the programs, indicating the mismatch between regulations and company policies.
  • Demographically, PKWT workers tend to be younger and less educated than the PKWTT workers.
  • The number of workers experiencing termination of employment has increased from year to year with PKWT workers being more vulnerable to termination of employment.
  • In addition, compared to the PKWTT workers, the PKWT workers have a higher percentage of no engagement in the labour union, implying that PKWT workers have a lower incidence of social dialogue in the labour market.
  • Lastly, most PKWT workers lie within the lower income deciles (within the 1st-5th decile), placing them in a financially vulnerable segment of society.
  • read more

    Edisi Khusus Policy Paper Kelas Ekonomika Pembangunan 1 Program Sarjana Population Economics: Efektivitas Kebijakan Kependudukan: Perbandingan Kebijakan Pro-Natalitas di Singapura dan Program Keluarga Berencana di Indonesia

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika PendidikanEkonomika PernikahanKajian Minggu, 28 September 2025

    Penulis: Nadja Madamungga (1)
    Reviewer: Jamilatuzzahro, Qisha Quarina (2), Nawfal Aulia L

    (1) Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada;
    (2) Bidang Kajian Microeconomics Dashboard, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada

    September 2025

    Highlights:

  • Kajian ini bertujuan menganalisis penyebab rendahnya angka kelahiran dan tingkat fertilitas total (TFR) di Singapura serta mengevaluasi efektivitas kebijakan pro-natalitas yang diterapkan. Selain itu, kajian ini membandingkan kebijakan tersebut dengan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia.
  • Singapura menghadapi penurunan TFR yang signifikan, mencapai angka terendah sepanjang sejarah pada tahun 2023, yaitu 0,97 (Singapore Department of Statistics, 2023). Kondisi ini menimbulkan tantangan serius terhadap regenerasi populasi meskipun telah diberlakukan berbagai insentif pro-natalitas.
  • Sebaliknya, Indonesia masih berfokus pada pengendalian angka kelahiran melalui program KB yang mengutamakan penggunaan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Pemerintah Indonesia berupaya menjaga efektivitas program ini di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah.
  • Regenerasi populasi menjadi variabel penting dalam menghadapi tantangan demografis, baik bagi Singapura yang berusaha meningkatkan angka kelahiran, maupun bagi Indonesia yang menyeimbangkan pertumbuhan penduduk dengan pembangunan berkelanjutan.
  • read more

    EVENT RECAP – Student Participation in National Workshop on Social Protection

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanTemu EkonomWorkshop Series Rabu, 30 Juli 2025

    On June 24–25, 2025, undergraduate students from the Department of Economics, Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) participated in the national workshop entitled “Towards a Comprehensive Social Protection Transformation in Indonesia” held at the Morrissey Hotel, Central Jakarta.

    Organized by the ILO in collaboration with national stakeholders, this two-day forum brought together representatives from government agencies, workers’ and employers’ organizations, and international partners. The workshop aimed to evaluate Indonesia’s readiness in aligning its social protection system with ILO Convention No. 102 of 1952 (C102) on Minimum Standards of Social Security. read more

    EVENT RECAP MICDASH – Februari – Juni 2025

    Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanKajianMicro-Economica TalksMonthly IssuePublikasiSharing SessionsWorkshop Series Kamis, 26 Juni 2025

    Microeconomics Dashboard terus berupaya menghadirkan program-program yang mendukung penguatan riset ekonomi terapan, diseminasi pengetahuan berbasis data, dan keterlibatan aktif dalam isu-isu pembangunan yang relevan.

    Rangkuman kegiatan sepanjang Februari hingga Juni 2025 dapat dilihat pada slide-slide berikut sebagai dokumentasi atas berbagai inisiatif yang telah dijalankan.

    Jangan lupa ikuti terus informasi terbaru mengenai kegiatan, publikasi, dan agenda kolaboratif kami lainnya melalui akun Instagram @microdashboard. read more

    123

    Berita Terakhir

    • Kajian Vol.14: Agricultural Economics: The Moderation of Indonesia’s Agricultural Sector: Why Productivity and Growth Are Slowing Down?
    • Kajian Vol.13: Health Economics: Mengapa Gangguan Tidur Menjadi Masalah Baru dalam Ekonomi? Sleep Deficiency and Its Economic Burden
    • Kajian Vol.12: Labour Economics: Indonesia’s Young Labour Force: Trends and Challenges in Youth Unemployment
    • Edisi Khusus Policy Paper Kelas Ekonomika Pembangunan 1 Program Sarjana Population Economics: Analisis Efektivitas Kebijakan Insentif Kelahiran di Tengah Krisis Populasi Korea Selatan
    • Kajian Vol.11: Sports Economics: Exploring the Football Player Market in Indonesia’s Super League
    Universitas Gadjah Mada

    Bidang Kajian Microeconomics Dashboard
    Fakultas Ekonomika dan Bisnis
    Universitas Gadjah Mada
    Jln. Sosio Humaniora No.1, Bulaksumur, Yogyakarta, Indonesia 55281
    Phone: 081227556133 – Vika
    Email: microeconomics.feb@ugm.ac.id

    © Bidang Kajian Microeconomics Dashboard

    KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY