Authors:
Nawfal Aulia Luthfurrahman, Ahmad Zufar Robbani, Qisha Quarina
Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025
Executive Summary
Ekonomi PublikEkonomika AgrikulturEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanEkonomika TeknologiKajian Jumat, 2 Januari 2026
Authors:
Nawfal Aulia Luthfurrahman, Ahmad Zufar Robbani, Qisha Quarina
Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025
Executive Summary
Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanEkonomika PendidikanKajianPublikasi Senin, 29 Desember 2025
Penulis:
Rani Destia Wahyuningsih, Ahmad Zufar Robbani, Qisha Quarina
Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025
Ringkasan Eksekutif
Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanKajianPublikasi Sabtu, 27 Desember 2025
Authors:
Nadya Zahra Prasetio, Nawfal Aulia, Qisha Quarina, Ahmad Zufar Robbani
Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025
Executive Summary
Ekonomi PublikEkonomika KeolahragaanEkonomika KetenagakerjaanKajianPublikasi Jumat, 5 Desember 2025
Authors:
Jeremy Nathanael Zefanya, Ahmad Zufar Robbani, Qisha Quarina
Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025
Executive Summary
Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanKajianPenelitian Senin, 27 Oktober 2025
Authors:
Raniah Salsabila, Owen Alberto Liem, Nadya Zahra Prasetio, Nawfal Aulia, Qisha Quarina
Bidang Kajian Microeconomics Dashboard 2025
Executive Summary
Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika PendidikanEkonomika PernikahanKajian Minggu, 28 September 2025
Penulis: Nadja Madamungga (1)
Reviewer: Jamilatuzzahro, Qisha Quarina (2), Nawfal Aulia L
(1) Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada;
(2) Bidang Kajian Microeconomics Dashboard, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada
September 2025
Highlights:
Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KesehatanEkonomika KetenagakerjaanKajianMicro-Economica TalksMonthly IssuePublikasiSharing SessionsWorkshop Series Kamis, 26 Juni 2025
Microeconomics Dashboard terus berupaya menghadirkan program-program yang mendukung penguatan riset ekonomi terapan, diseminasi pengetahuan berbasis data, dan keterlibatan aktif dalam isu-isu pembangunan yang relevan.
Rangkuman kegiatan sepanjang Februari hingga Juni 2025 dapat dilihat pada slide-slide berikut sebagai dokumentasi atas berbagai inisiatif yang telah dijalankan.
Jangan lupa ikuti terus informasi terbaru mengenai kegiatan, publikasi, dan agenda kolaboratif kami lainnya melalui akun Instagram @microdashboard. read more
Ekonomi PublikEkonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanEkonomika TeknologiKajianMonthly Issue Kamis, 8 Mei 2025
Author: Ahmad Zufar Robbani, Raniah Salsabila, Qisha Quarina
May 2025
Indonesia’s commitment to achieving net-zero emissions by 2060 or earlier places the coal sector at the heart of the nation’s energy transition. As one of the main contributors to national GDP, state revenue, and employment, phasing out coal is not just an environmental milestone—it’s a socioeconomic turning point. Our latest study reveals that while most coal workers belong to the highest wage deciles, many are still vulnerable due to fixed-term contracts that limit access to social protection. The transition is projected to cause widespread job losses across upstream and downstream industries, with regions like East Kalimantan and South Sumatra likely to face the greatest impact. read more
Ekonomi PublikEkonomika KetenagakerjaanKajian Senin, 10 Maret 2025
Author: Aushaaf Rafif Keane Pribadi (1)
Reviewer: Raniah Salsabila (2), Qisha Quarina (2)
Maret 2025
Highlights:
Ekonomika KependudukanEkonomika KetenagakerjaanKajian Kamis, 27 Februari 2025
Penulis: Navisa’tus Sa’diyah (1)
Reviewer: Raniah Salsabila (2), Qisha Quarina (2)
(1) Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada;
(2) Bidang Kajian Microeconomics Dashboard, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada
Februari 2025
Highlights:
Pembangunan ekonomi saat ini tidak hanya sebagai usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita, namun juga melibatkan berbagai perubahan struktur sosial, seperti percepatan pertumbuhan, pengurangan ketimpangan, dan penanggulangan kemiskinan, sehingga disebut proses multidimensi. Adapun salah satu tantangan proses multidimensi yaitu ketimpangan gender yang menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara berkembang, termasuk Kenya. Perempuan di Kenya telah lama mengalami marginalisasi dan diskriminasi dalam masyarakat patriarki sehingga lebih cenderung berada dalam kemiskinan yang kemudian secara agregat diikuti penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, peningkatan angka kemiskinan, penurunan harapan hidup, serta ketimpangan kesempatan dan akses terhadap sumber daya (seperti pendidikan dan pekerjaan). Sektor agrikultur menjadi tulang punggung perekonomian Kenya dengan komoditas utamanya adalah tebu dan kopi. Maka dari itu, perempuan di Kenya memiliki peran yang krusial namun banyak diantara pekerjaan yang dilakukan perempuan “tidak kasat mata” dan tidak dihargai secara ekonomi, seperti pekerjaan mengurus tanaman pangan, mengurus konsumsi keluarga, dan memasak. Selain itu, partisipasi pekerja perempuan di sektor pertanian di Kenya memiliki kecenderungan menurun yang disebabkan oleh multifaktor sosial dan ekonomi, seperti upah yang lebih rendah daripada laki-laki untuk pekerjaan yang sama. Pada dasarnya, perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan. Serta “Womenomics” read more